Mengenal Algoritma Crypto Mining

Mengenal Algoritma Crypto Mining
Setiap cryptocurrency menggunakan algoritma hashing tertentu yang menerapkan fungsi hash kriptografi dan mempertahankan fungsi blockchain dan pemrosesan transaksi, setelah itu penambang menerima imbalan mereka dalam bentuk koin dari cryptocurrency tertentu yang dikirim ke dompet mereka.

SHA256 (Secure Hash Algorithm 256) adalah algoritma tertua dan terpopuler, di atas mana protokol Proof of-Work (PoW) Bitcoin dibangun, serta banyak cryptocurrency lainnya.


Contoh-contoh algoritma hash cryptocurrency adalah:
• SHA256 = Algoritma terpopuler yang digunakan Bitcoin.
• Scrypt = Algoritma terpopuler kedua tempat Litecoin beroperasi.
• Equihash = Algoritma yang digunakan oleh Zcash.
• X11 = Algoritma ini memiliki proses hashing 11-tahap dan digunakan di Dash.
• CryptoNight = Algoritma yang digunakan di Monero.
dll.

Artikel Lainnya

Sosial Media
Hubungi Kami
0857 3884 6062
support@minestack.id
Berita Newsletter
`Berlangganan
Alamat
Benoa Square Lt 2, Jl. Bypass Ngurah Rai No.21A, Kabupaten Badung, Bali 80361
Disclaimer
*Hitungan hash rate berdasarkan algoritma SHA256. Apabila ada perubahan algoritma maka hashrate yang didapatkan akan disesuaikan dengan algoritma yang baru dengan proporsional kekuatan mesin yang setara dengan algoritma sebelumnya.
**Semua angka dan diagram hanyalah ilustrasi dan bukan bagian dari kontrak penawaran Kami. Hasil mining bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan berbagai macam faktor termasuk tapi tidak terbatas pada: level mining difficulty, perubahan aturan protokol, perubahan harga pasar crypto, perubahan harga listrik, perubahan hukum dan undang-undang yang berlaku, dan lain sebagainya yang muncul di kemudian hari
Copyright 2022 ©- MineStack.id